Difki Khalif dan Prinsa Mandagie berkolaborasi untuk menghidupkan kembali “Seandainya,” lagu hit era 2000-an yang pernah dipopulerkan Vierratale. Kolaborasi ini terwujud berkat inisiatif lintas label antara Musica Studio’s dan Sony Music yang membuka ruang kreatif bagi para artis.
Proyek ini bertujuan menafsir ulang karya-karya populer agar tetap relevan dan bisa dinikmati pendengar masa kini. Dari banyaknya pilihan lagu yang ada, Prinsa Mandagie memiliki ikatan emosional dengan lagu ciptaan Kevin Aprilio tersebut.
Ia menyebut “Seandainya” salah satu soundtrack masa remaja yang sulit dilupakan. “Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku,” kata Prinsa Mandagie melalui keterangan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Rabu (18/2/2026).
Membawakan kembali lagu ikonis tidaklah mudah. Prinsa Mandagie sadar tantangan utamanya memberi identitas baru tanpa menghilangkan esensi asli. “Tantangannya bukan hanya membawakan ulang, tapi bagaimana membuatnya terasa segar, tetap akrab, namun punya warna kami sendiri,” akunya.
Menyatukan dua karakter vokal bukan perkara mudah, apalagi Difki Khalif memiliki latar belakang anak band. Mereka harus menjalani workshop intensif demi mendapat pembagian suara yang pas. “Kami punya range suara beda. Jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis,” jelas Difki Khalif.
Perbedaan latar belakang musikal di antara keduanya jadi bumbu penyedap yang membuat aransemen lagu ini terasa kaya dan berwarna.
Nuansa Orkestra Mempertegas Karakter
