Ahmad Dhani mengungkap ada satu alasan khusus mengapa Dewa 19 sulit menolak ajakan manggung di Malaysia.
Hubungan antara Dewa 19 dan para penggemarnya di Malaysia bukan sekadar hubungan antara idola dan fans, melainkan sudah seperti keluarga. Konser mendatang yang bertajuk “Cintaku Tertinggal di Malaysia” di Axiata Arena, Bukit Jalil, menjadi bukti nyata ikatan emosional tersebut.
Kesuksesan Dewa 19 di Negeri Jiran tidak lepas dari peran penting Iman Tang, CEO Icon Entertainment, yang sudah dianggap bagian tak terpisahkan dari band tersebut. Dhani bahkan menyebut bahwa promotor tersebut memiliki posisi istimewa yang membuat Dewa 19 sulit menolak ajakan manggung di Kuala Lumpur.
“Sebenarnya Iman Tang ini yang pertama kali undang Dewa di Kuala Lumpur. Pertama ada satu EO dan kurang sukses. Kedua bersama Iman Tang tahun 2004. Iman Tang ini juga member-nya Dewa 19 di KL, jadi kita nggak bisa nolak,” kata Ahmad Dhani di Java Rock, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2026).
Lebih jauh, Dhani menganalisis fenomena popularitas Dewa 19 di Malaysia yang menurutnya cukup unik sekaligus bisa menjadi bahan studi tersendiri. Ia sendiri merasa heran dan bangga karena Dewa 19 begitu dicintai publik Malaysia, meskipun tanpa strategi promosi yang gencar seperti di Indonesia.
“Karena kalau dipikir-pikir bisa menjadi tesis kenapa Dewa 19 terkenal di Malaysia, karena kita nggak lakukan promo signifikan di sana,” ujar Dhani.
Kehangatan di Malaysia
Menurut Dhani, konser nanti merupakan wujud rasa syukur dan keinginan menghibur warga Malaysia. Konser “Cintaku Tertinggal di Malaysia” didedikasikan sebagai apresiasi mendalam kepada warga Kuala Lumpur yang selalu menyambut mereka dengan hangat.
“Saya nggak tahu ya, apakah pembuktian atau tidak. Tapi lebih ke hasrat untuk menghibur warga Malaysia, warga Kuala Lumpur. Sebagai rasa terima kasih kita atas apresiasinya,” ucap Dhani.
Senada dengan Dhani, gitaris Andra Ramadhan merasakan kehangatan yang sama setiap kali menginjakkan kaki di Malaysia. Bagi Andra, Malaysia bukan sekadar destinasi tur luar negeri, melainkan tempat yang menyimpan banyak memori manis.