- Lagu “Cinta Mulia” oleh Ajeng Febria dan Adinda Rahma trending #1 di platform digital.
- Popularitasnya didorong penggunaan viral di media sosial dengan lirik dan melodi yang catchy.
- Aransemen dangdut pop sederhana dan lirik cinta positif menarik berbagai kalangan pendengar.
Lagu “Cinta Mulia” yang dibawakan Ajeng Febria bersama Adinda Rahma kini menempati posisi trending nomor 1 di platform musik dan video digital.
Lagu ini ramai dipakai sebagai backsound konten pendek, terutama yang menampilkan potongan kisah remaja dan cuplikan momen romantis. Popularitasnya naik cepat dalam hitungan hari setelah dirilis.
Potongan lirik bagian awal yang menyebut “sepasang remaja jatuh cinta” dipakai berulang di TikTok dan Reels, lalu mendorong penonton mencari versi lengkapnya.
Lagu ini mengusung aransemen dangdut pop dengan tempo sedang dan permainan melodi yang mudah diingat. Dengan tidak memakai aransemen yang rumit, membuat lagu ini enak didengar oleh berbagai kalangan pecinta musik. Liriknya juga sederhana, bercerita tentang cinta yang tulus apa adanya.
Di tengah tren lagu galau atau patah hati, “Cinta Mulia” hadir dengan narasi cinta yang positif dan ringan. Kombinasi nada yang catchy dan harmoni dua vokal perempuan jadi faktor utama yang membuat lagu ini cepat melejit.
Lirik Lagu “Cinta Mulia” – Ajeng Febria dan Adinda Rahma
Sepasang remaja jatuh cinta
Disinari cahya purnama
Disaksikan bintang-bintang sejuta
Hidup rukun damai selamanya
Sampai nanti di hari tua
Cinta itu suci dan mulia
Jika tak ternoda nafsu yang hina
Rasa cinta itu bahagia
Suka duka bersama
Tahan uji dan derita
Hidup pasti bagai di surga
Semoga bahagia selama-lamanya
Semoga bahagia selama-lamanya
Profil Ajeng Febria
Ajeng Febria dikenal sebagai penyanyi dangdut yang aktif merilis lagu-lagu bertema cinta dan keseharian. Namanya cukup sering muncul di kanal musik digital dan panggung hiburan daerah.
Kolaborasi dengan Adinda Rahma
Adinda Rahma juga aktif di jalur musik serupa. Kolaborasi keduanya di “Cinta Mulia” menghadirkan perpaduan warna suara yang saling melengkapi. Tidak ada persaingan vokal, justru terasa saling mengisi.
Tren nomor 1 ini menunjukkan bahwa pasar musik dangdut pop masih kuat, terutama ketika dikemas dengan formula sederhana yang mudah diterima generasi muda.