
Virzha baru saja merilis single terbaru, “Suaramu”. Lagu ini adalah curahan hati seseorang yang terlalu lama berdiri di tengah dunia yang dipenuhi kepura-puraan, kepalsuan.
Sampai akhirnya ia hanya menginginkan satu hal yang sederhana: tempat yang benar-benar bisa dijadikan sandaran. Tapi, “Suaramu” bukan hanya lagu tentang rasa lelah.
Dirilis pada 20 Februari 2026, “Suaramu” menggambarkan kondisi batin saat seseorang merasa jenuh, kehilangan keyakinan, dan hampir kehabisan energi untuk terus mempercayai. Lagu ini merekam momen ketika kepercayaan mulai retak, ketika ketulusan dipertanyakan, dan ketika apa yang terlihat di permukaan tak lagi terasa nyata. Di fase itu, yang muncul bukan amarah, melainkan kerinduan diam-diam untuk dijaga.
Namun “Suaramu” tidak berhenti pada rasa muak dan letih. Di tengah kekacauan emosi, lagu ini menyisakan secercah harapan: masih ada satu suara yang setia tinggal. Ada sosok yang tetap menjaga, bahkan ketika dunia terasa semakin sulit dipercaya.
Dari sisi musikal, aransemen “Suaramu” terdengar tenang tetapi sarat tekanan emosional. Tidak berlebihan dan tidak meledak-ledak. Setiap nada memberi ruang bagi lirik untuk berbicara apa adanya, menjadikan lagu ini terasa seperti pelukan yang menenangkan, bukan luapan emosi yang keras.
Rilisan Ketiga
Single ini menjadi rilisan ketiga dari EP terbaru Virzha yang akan memuat enam lagu. Setelah “Kenali Utuh” yang mengangkat kisah tentang kembali menemukan diri, dan “Nirwana” yang menawarkan rasa pulang, “Suaramu” hadir sebagai jembatan di antaranya—fase ketika seseorang hampir menyerah, namun tetap bertahan karena satu suara yang tak pernah pergi.
Berada di bawah naungan VC Studios, “Suaramu” semakin menegaskan warna musik Virzha yang konsisten: kuat, personal, dan jujur secara emosional. Lagu ini tidak mencoba memberi solusi, melainkan hadir sebagai teman bagi siapa pun yang sedang lelah mencari jawaban.